Jumat, 15 Mei 2015

JANGAN SALAH PILIH JURUSAN



Sengaja aku share nasehat bijak dari salah satu mahasiswa Teknik UGM  yang mengkoar-koarkan ”JANGAN SALAH PILIH JURUSAN” melalui buku JACKET SYNDROM, Robbani Alfan adalah namanya. Dalam bukunya itu mengupas banyak hal tentang masalah mahasiswa dari mulai pemilihan jurusan sampai yang sudah terjebak dalam jurusan yang bukan dia banget. Alhamdulillah aku udah dapat ijin dari mas Robbani.  untuk share isi bukunya itu. Berikut isinya,

1.  Jacket Syndrome. Kecenderungan memilih universitas dahulu. Dan jurusan yang didapat tidak menjadi penting.

2.  Padahal kalau dipikir dengan logika, masuk jurusan yang ga kita suka itu ibarat pakai baju Daster, padahal kita cowok.

3. Muncul pertanyaan, “Gapapa dong, yang penting kan gw dapet Universitas Terkenal!”. Iya, bangganya sebulan. Menderitanya 47 bulan.

4. Kamu rela membayar asyiknya mengeksplorasi ilmu pengetahuan, serunya mengembangkan skill dan minatmu dengan harga sebuah gengsi? 

5. Belajar-> Nilai bagus-> Sekolah Favorit -> Kerja Enak -> Hidup Bahagia. Pernah dengar nasehat ini? 

6.  Alur nasehat ini sekilas terlihat wajar. Tapi kabar buruknya, jelas tidak normal.

7.  Siswa yang terjangkit Jacket Syndrome lebih berpeluang terjangkit virus salah jurusan.

8.  Kenapa? Jelas, karena niatnya sudah salah,sob. Jurusan jadi ga penting. Karena yang penting baginya adalah almamaternya.

9.     Virus ini hidup dalam beberapa variasi. Berikut macamnya, 
 
  • Salah Jurusan Stadium 4 – terjadi saat kamu bener2 ga tahu sama sekali jurusan apa yang mau kamu ambil.
Ciri-ciri : Baik pilihan 1 atau 2 di SNMPTN kamu tentukan lewat mekanisme perhitungan kancing sambil merem. no life planning! 
  • Salah Jurusan Stadium 3 – saat kamu ngejar jurusan yang passing grade (peminatnya) rendah agar peluang masuknya tinggi
Ciri-ciri : Walau pilihan 1 merupakan minatnya, namun selalu ia pasang gacoan di pilihan kedua untuk jaga-jaga 
  • Salah Jurusan Stadium 2 – kata kunci di tingkat ini adalah Tren. Kamu terjebak oleh tren yang berkembang di masa ini 
Ciri-ciri : hanya menjadikan kuliah sebagai sarana mendapat pekerjaan yang sedang tren saja/gaji besar (materialistis abis). 
  • Salah Jurusan Stadium 1 – Inilah stadium paling ringan. Virus di tingkat ini masih bisa ditolerir. Penyebnya krn minimnya informasi
Ciri – ciri : sudah tahu minat, bakat dan passionnya. Tapi masih belum spesifik
Salah jurusan. Baik calon penumpang metromini atau calon mahasiswa, tentu hal ini sangat merugikan.
 
Sayangnya mereka baru sadar salah jurusan saat hati mulai merasa tidak nyaman “duduk” lama disana. Dengan banyak nya variasi Salah jurusan, semakin membuktikan bahwa anak Indonesia tidak suka dengan istilah planning. Berencana. Padahal : “Gagal merencanakan, sama dengan merencanakan kegagalan”

Segitu aja dulu aja ya lain kali aku share lagi semoga bermanfaat. O iyaa tulisan Ini bukan hanya untuk kalian yang saat  ini ada dikelas XI tapi juga kalian yg masih kelas X. Waktu itu berjalan sangat cepat dan  tanpa kalian sadari, kalian nanti sudah berada di ujung perjuangan SMA/MA/SMK  dan itu tandanya kalian harus menentukan pilihan dari sekarang.