Sengaja aku share
nasehat bijak dari salah satu mahasiswa Teknik UGM yang mengkoar-koarkan
”JANGAN SALAH PILIH JURUSAN” melalui buku JACKET SYNDROM, Robbani
Alfan adalah namanya. Dalam bukunya itu mengupas banyak hal tentang masalah
mahasiswa dari mulai pemilihan jurusan sampai yang sudah terjebak dalam jurusan
yang bukan dia banget. Alhamdulillah aku udah dapat ijin dari mas Robbani. untuk share isi bukunya itu. Berikut isinya,
1. Jacket Syndrome.
Kecenderungan memilih universitas dahulu. Dan jurusan yang didapat tidak
menjadi penting.
2. Padahal kalau dipikir
dengan logika, masuk jurusan yang ga kita suka itu ibarat pakai baju Daster,
padahal kita cowok.
3. Muncul pertanyaan,
“Gapapa dong, yang penting kan gw dapet Universitas Terkenal!”. Iya, bangganya
sebulan. Menderitanya 47 bulan.
4. Kamu rela membayar
asyiknya mengeksplorasi ilmu pengetahuan, serunya mengembangkan skill dan
minatmu dengan harga sebuah gengsi?
5. Belajar-> Nilai bagus-> Sekolah Favorit -> Kerja Enak -> Hidup Bahagia. Pernah dengar
nasehat ini?
6. Alur nasehat ini
sekilas terlihat wajar. Tapi kabar buruknya, jelas tidak normal.
7. Siswa yang terjangkit
Jacket Syndrome lebih berpeluang terjangkit virus salah jurusan.
8. Kenapa? Jelas, karena
niatnya sudah salah,sob. Jurusan jadi ga penting. Karena yang penting baginya
adalah almamaternya.
9. Virus ini hidup dalam
beberapa variasi. Berikut macamnya,
- Salah Jurusan Stadium 4 – terjadi saat kamu bener2 ga tahu sama sekali
jurusan apa yang mau kamu ambil.
Ciri-ciri : Baik pilihan 1 atau 2 di SNMPTN kamu tentukan lewat mekanisme
perhitungan kancing sambil merem. no life planning!
- Salah Jurusan Stadium 3 – saat kamu ngejar jurusan yang passing grade
(peminatnya) rendah agar peluang masuknya tinggi
Ciri-ciri : Walau pilihan 1 merupakan minatnya, namun selalu ia pasang
gacoan di pilihan kedua untuk jaga-jaga
- Salah Jurusan Stadium 2 – kata kunci di tingkat ini adalah Tren. Kamu
terjebak oleh tren yang berkembang di masa ini
Ciri-ciri : hanya menjadikan kuliah sebagai sarana mendapat pekerjaan yang
sedang tren saja/gaji besar (materialistis abis).
- Salah Jurusan Stadium 1 – Inilah stadium paling ringan. Virus di tingkat
ini masih bisa ditolerir. Penyebnya krn minimnya informasi
Ciri – ciri : sudah tahu minat, bakat dan passionnya. Tapi masih belum
spesifik
Salah jurusan. Baik calon penumpang metromini atau calon mahasiswa, tentu
hal ini sangat merugikan.
Sayangnya mereka baru sadar salah jurusan saat hati mulai merasa tidak
nyaman “duduk” lama disana. Dengan banyak nya variasi Salah jurusan, semakin membuktikan bahwa anak
Indonesia tidak suka dengan istilah planning. Berencana. Padahal : “Gagal merencanakan, sama dengan merencanakan kegagalan”
Segitu aja dulu aja ya lain kali aku share lagi semoga bermanfaat. O iyaa
tulisan Ini bukan hanya untuk kalian yang saat ini ada dikelas XI tapi
juga kalian yg masih kelas X. Waktu itu berjalan sangat cepat dan tanpa
kalian sadari, kalian nanti sudah berada di ujung perjuangan SMA/MA/SMK
dan itu tandanya kalian harus menentukan pilihan dari sekarang.